Lalapan dan Riset

3MT

Sore tadi saya harus berkeliling dari Rumah Sakit menunggui Tulip, mengantar Leonardo, dan beli makanan untuk makan malam. Agar cepat, saya berhenti di warung lalapan langganan. Ketika menunggu, saya dikejutkan oleh sapaan seseorang. Namanya Relita.

Ia menyalami dan menaruh tangan saya di dahinya. Wujud takzim di negeri ini. Sambil menunggu pesanan, kami berbincang banyak hal. Mulai dari Instagram sampai riset. Ia sedang mengerjakan skripsinya dan masih memerlukan arahan sepertinya. Saya mencoba menggali apa yang menjadi isu yang ia rasa menghambat perjalanan risetnya. Mulai tentang topik yang joss, cara meneliti yang keren, dan berargumen ala jomblo yang girang malming turun hujan 😀

Cukup seru rasanya kami ngobrol santai tentang riset di warung lalapan. Wajahnya yang bingung perlahan cerah pada beberapa poin yang ternyata sudah mulai lebih jelas. Terakhir saya angkat tangan dan mengajaknya ‘Toss’ karena satu jalan sudah lebih terbuka dalam proses menelitinya sekarang.

Begitulah, kadang ngobrol sesuatu yang dianggap serius dan berat bisa dilakukan dengan santai dan ringan. Seperti si Bapak yang begitu enteng menyebutkan harga pesenan saya yang membuat saya sedikit senyum kecut 🙂

Foto adalah ilustrasi.
#novaera

@mhsantosa
Circle me @ +Made Hery Santosa

©mhsantosa (2018)
I am happy to share this. Please feel free to reblog or share the link, all with my accreditation. Thank you.

 

2 thoughts on “Lalapan dan Riset

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s