Ning

Mungkin ada yang tau, pernah dengar, atau ingat dengan platform Ning? Pelantar ini lumayan ngetop dulu karena memiliki fitur layaknya Content Management System (CMS) seperti Blog, dkk. namun ada unsur Learning Management System (LMS) nya. Mungkin mirip Edmodo kalau sekarang.
.
Saya ingat, ketika di Melbourne dulu sempat sit in (saya tidak ada kuliah apapun dan tugas apapun, hanya riset untuk level doktoralnya), ke kelas semacam Instructional Design and Technology (IDT). Di kelas, mahasiswa S2 dari beragam negara hadir. Salah satunya Aliyah (samaran) dari Arab Saudi.
.
Kami sempat diskusi dalam satu kelompok ketika pembelajaran berlangsung. Rasanya, kalau diingat-ingat, banyak ilmu di kelas ini sangat bermanfaat di kelas dalam konteks Online Learning, khususnya di kondisi hibrida seperti sekarang. Nah ketika diskusi, Aliyah dan banyak temannya ngobrol dan tanya-tanya ke saya. Dipikirnya paling mungkin ya, padahal sama aja haha… Mereka suka diskusi, terbuka, mulai kritis, dan berkreasi. Persis hari-hari pandemi ini. Sesuatu yang sudah biasa dilakukan dulu di luar sana.
.
Nah, salah satu project mereka adalah mendesain pembelajaran menggunakan teknologi. Grup kami memilih menggunakan Ning. Saya sendiri tidak harus mengumpulkan tugas karena status sit in itu. Kalau mau, boleh. Saya memutuskan tidak mengumpulkan tugas karena memang pekerjaan risetnya sendiri sudah lumayan, tapi saya tetap belajar karena banyak yang baru dan tetap berkerja bareng kelompok.
.
Aliyah tampaknya memerlukan banyak bantuan, mulai dari sisi bahasa Inggris, sisi literasi digital, maupun kemampuan pedagogi. Saya belajar bersama, mendesain suatu materi. Saya ingat saat itu ia tertarik mendesain materi tentang “Sexually Transmitted Disease”, sesuatu yang mungkin tabu di negaranya namun secara berani diambil dengan tujuan mengasah kemampuan berpikir kritis calon siswa yang belajar menggunakan Ning ini karena isunya kontroversial dan sensitif.

.

Ning hanyalah sisi teknologi. Pemahaman akan fitur penting sehinga ketika mendesain, kita tau mau melakukan apa. Keterampilan mendesainnya sisi lain. Ini pedagogi. Kapan materi A, B, kapan strategi 1, 2, dan seterusnya. Bagaimana dimulai, aktivitasnya, sampai asesmen. Rasanya belajar banyak. Dan kalau Aliyah tidak meminta saya, mungkin saya tidak belajar apa-apa. Ternyata, apa yang dulu dipelajari, mungkin berat, susah, tidak nyaman, bisa membantu dan memudahkan di kemudian hari.
.
Ning, Aliyah, dan kelompoknya, makasi ya ☺

@mhsantosa (2022)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s