Menjadi Referee untuk Pejuang Beasiswa Sejati


Tadi malam, email ini masuk ke inbox saya. Ini adalah kali ke sekian email seperti ini datang. Kadang ada yang menginfokan sebelumnya, kadang saya harus konfirmasikan dulu. Intinya, meminta saya menjadi referee, yaitu menjadi semacam pemberi rekomendasi, dalam hal ini, studi di Universitas yang dituju. Bisa di dalam negeri atau di luar negeri.
.
Mekanisme memberikan rekomendasi ini bermacam-macam. Ada yang meminta saya memberikan rekomendasi saat melamar. Fulbright, AAI (sebelumnya ADS atau AAS), atau LPDP biasanya begini. Beberapa Universitas di dalam negeri juga ada yang seperti ini.
.
Beberapa yang lain modelnya seperti email ini. Jadi nama calon referee dimasukkan dengan data detil yang diminta. Biasanya, referee adalah seseorang yang pernah menjadi pembimbing (utamanya Profesor) calon ketika studi sebelumnya atau atasan ketika bekerja sebelumnya atau saat itu, atau bagian tim suatu lembaga atau organisasi sebelumnya. Kemudian, jika layak, pihak kampus tersebut menghubungi calon yang dinominasikan. Selanjutnya, referee yang ditunjuk mengikuti petunjuk dan memberikan rekomendasinya.
.
Perlu diketahui, memberikan rekomendasi itu tidak mudah juga. Kita harus benar-benar mampu menunjukkan sisi terbaik kandidat. Kalau sedang sibuk, ini lumayan juga hehe. Atau kalau tidak terlalu tahu lagi perkembangan si calon selanjutnya. Biasanya, saya meminta CV yang bersangkutan agar bisa menyesuaikan hal mana saja yang relevan. Dengan tetap memberikan yang terbaik.
.
Aspek si pemberi rekomendasi juga akan diperhatikan. Kelayakan, kepakaran, karya (tidak selalu akademik, meski diutamakan), dan/ atau kontribusi ke lingkungan dan masyarakat sekitar juga menentukan. Searching kualitas seseorang di jaman sekarang ini tentu tidak susah, berikut mengetahui siapa dan apa seseorang tersebut sudah lakukan.
.
Karena ini sifatnya rahasia (confidential), si calon tidak boleh tahu apa yang kita berikan sebagai rekomendasi. Secara umum, tugas pemberi rekomendasi adalah menampilkan sisi terbaik si kandidat tanpa melupakan kekurangan kandidat. Tentu dengan cara-cara elegan. Ini perlu seni, ini perlu waktu, ini perlu pengalaman.
.
Yakinlah, setiap pejuang beasiswa sejati pasti karakternya berbeda dari pejuang beasiswa biasa. Selama ini, saya selalu berusaha membantu, siapapun kandidatnya, tanpa memandang SARA, latar dan preferensi apapun, dengan harapan semakin banyaknya SDM unggul di negeri ini. Tentu yang tak hanya mengasah otaknya saja, tapi juga mengolah hatinya. Agar tidak saja pintar otak tapi juga berbudi hati. Yang berani keren di pentas global namun tak lupa mengakar kuat arif lokal.
.
Tentu, perjalanan masih panjang. Setiap saya klik tombol ‘Send’ disana teriring juga doa saya untuk kesuksesan si kandidat, yang gagal tidak tumbang, sukses tidak jumawa. Selamat berjuang!
.
Foto: Email untuk kandidat (you know who you are )
.
#beasiswa #scholarship #scholarshipreferee #overseasscholarship #unggulberkarakter #cerdasberbudi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s