Menjadi Pohon

Pohon di Adi Buana Surabaya

Sahabat saya, Mas Irfan tiba-tiba men-tag saya di FB dan menyampaikan bahwa saya diminta berkenan menjadi Bapak Asuh Buku Tamu Hidup (Pohon) di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Saya jujur terkejut, karena ini tiada angin tiada hujan. Namun saya menyampaikan bahwa itu adalah kehormatan bagi saya dan saya berjanji akan mengunjungi kampus dan menengok pohon itu ketika saya ke tempat beliau.

Perjalanan saya ke Adi Buana bisa dibilang cukup panjang. Dimulai tahun 2008 dimana saya diminta berbagi menjadi semacam pembicara. Bersama Direktur Regional English Language Office (RELO) US Embassy dan RELO Fellow, saya berbagi disana. Saya masih culun rasanya saat itu. Sekarang juga kan? Hihihi… Sebenarnya, jika dirunut lagi ke belakang, pertemuan dengan rekan-rekan Adi Buana bahkan sudah setahun sebelumnya di TEFLIN Conference di Jakarta.

Setelahnya, saya tetap menjalin hubungan, baik dengan kawan lama dan baru yang ada disana. Pertemuan di forum akademik menjadi ajang silaturahmi kami. Sambil berbagi.

Tahun 2016, saya diminta mengunjungi kembali kampus ini menjadi Pembicara Kunci Konferensi TEFLIN – sebuah konferensi internasional untuk pihak-pihak di bidang pembelajaran bahasa Inggris. Tentu ini bikin saya dag dig dug 😀

Kembali tentang pohon. Menjadi pohon. Dan saya menerimanya dengan filosofi pohon 🙂

Foto adalah ilustrasi.
#novaera

@mhsantosa
Circle me @ +Made Hery Santosa

©mhsantosa (2018)
I am happy to share this. Please feel free to reblog or share the link, all with my accreditation. Thank you.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s