Buka Jalur (Part 2)

Kali ini tentang perjalanan membuka wawasan. Tidak lagi pisau komando yang keluar seperti di kisah “Buka Jalur (Part 1).” Ketika itu, saya harus menembus hutan di jalur pendakian gunung Batur dan karena tersesat, bersama beberapa teman, harus turun ke lembah dan membuka jalur baru dengan menerabas hutan. Akhirnya, bisa bergabung kembali dengan rombongan pendaki di jalur utama.
.
Kali ini, buka jalur dengan akses tol. Di daerah-daerah pedalaman Indonesia, belum banyak jalur-jalur luas seperti ini. Biasanya, jalur antar kabupaten atau provinsi berupa jalan raya yang sedikit lebar saja, namun berbagai macam kendaraan seperti mobil, motor, dan truk besar melintasinya. Tak jarang, jalanan pun rusak. Akses tol mulai ada, meski tidak selalu panjang.
.
Mencapai tol mungkin cerita lain. Karena tidak seluruh area berupa akses tol, perjalanan kadang menempuh jalur biasa untuk mencapai tol. Bahkan kemudian, bisa menempuh jalur biasa lagi, setelah tol. Menembus tol di pedalaman adalah unik. Pengalaman tidak akan diperoleh dari duduk atau membaca saja. Pengalaman adalah merasakannya langsung. Semakin luas, tentunya banyak hal yang diperoleh. Tentunya, kerendahan hati tetap menjadi pagar diri.
.
Foto: Menembus Tol Pelosok Indonesia

@mhsantosa (2019)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s